Sadari Perbedaan pada sikap pasanganmu Saat pacaran dan Setelah menikah

Jaman sekarang sudah tidak aneh jika terdengar sebuah pasangan yang belum setahun menikah ternyata sudah bercerai. Awalnya dimulai dengan pertengkaran ringan hingga berubah menjadi perselisihan serius. Kemudian rencana untuk bercerai.

Padahal beberapa bulan lalu mereka adalah pasangan kekasih paling mesra.Stok kasih sayang antar mereka tak ada habisnya, tak ada ujungnya dan tak ada cacatnya.

Lalu mengapa ikatan pernikahan sakral itu begitu saja dibubarkan ?

Intinya adalah perbedaan. Ada perbedaan, bisa banyak bisa sedikit, di antara mereka yang tidak mungkin lagi disatukan dalam sebuah kebersamaan. Contohnya janji janji manis yang dulu diikrarkan tidak sesuai dengan perilaku salah satu pasangan kala mereka telah jadi suami istri. Dan itu lumrah terjadi.

Tanpa berniat menyalahkan,marilah kita simak beberapa sikap yang bisa berubah dalam hubungan suami istri jika dibandingkan dengan sikap semula saat menjalani harmonisnya suasana saat sebagai sepasang kekasih.

1. Tidak tepat janji
Contohnya saat si wanita minta dijemput. Jika dahulu kekasih prianya sudah siaga menunggu sebelum waktunya, kini sang istri yang harus bersabar menunggu. Karena suaminya sering atau selalu terlambat.

2. Tidak lagi bersikap sebagai pendengar yang baik
Setiap orang mengharapkan lawan bicaranya bersedia sebagai pendengar yang baik. Dalam suasana apapun, saat bicara dengan siapapun. Apalagi dengan suami atau istrinya. Namun kini jauh berbeda saat, umpamanya istri,bicara dengan suaminya. Suami memberi respon kurang minat padanya yang sedang bicara. Beda saat pacaran dahulu, kini pria itu tidak lagi begitu menghargai kebutuhan istrinya untuk didengarkan.

3.Masing masing sibuk pada urusan pekerjaannya
Sudah berbeda, karena kini komunikasi jauh berkurang dibanding dahulu.

4. Masalah keuangan
Salah satu bisa kecewa berat jika pasangannya tidak sebaik dahulu saat mereka sebagai sepasang kekasih.

5. Kepercayaan berkurang
Salah satu mulai cemburu pada pasangannya

6. Tidak ada waktu lagi untuk pasangan karena faktor hobby
Sibuk pada gadget atau komputernya, atau bisa juga larut bermain di pub atau main judi. Itu tak pernah terduga oleh pasangannya. Sebelum menikah kesibukan suami atau istrinya yang seperti tak pernah dia lihat.

7. Ternyata minat mereka berbeda
Dahulu selalu ditemani jika ingin menghadiri hajatan teman kini jika diajak selalu punya alasan untuk menolak. Nyata kini bahwa sang  pujaan sebenarnya tidak betah berada di tempat seperti itu. Padahal dulu tidak begitu.

8. Malas memberi saran
Malah kini sering memberi kritik pedas. Tidak ada lagi saran membangun. Atau pendapat bahwa dia sangat mendukung langkah pasangannya jika ingin begini atau begitu.

9. Sering bertengkar
Ini akibat dari semua perbedaan perbedaan sebelumnya.

Ada dua kemungkinan yang terjadi pada dua anak manusia yang menikah.

Kemungkinan pertama, sangat bersyukur pada Tuhan atas pernikahannya.

Karena hidup ini begitu indah. Semua janji janji si kekasih ternyata terbukti. Walaupun ada janji yang belum terpenuhi mungkin ini hanya masalah dana yang belum terkumpul. Dulu si dia pernah berjanji bahwa mereka akan beli mobil mungil keluaran terbaru tapi masih tertunda. Itu tak mengapa. Yang jelas ini pernikahan yang disyukuri.

Kemungkinan kedua, menyesal karena fakta pernikahannya ini ternyata jauh dari impian. 


menyesal

Sikap, misalnya sikap suami, rupanya berubah total. Janji yang pernah membuatnya dulu serasa terbang ke nirwana kini terbukti bohong. Jangankan kemesraan seperti masa pacaran yang penuh untaian kata kata manis terpilih. Makan bersama saja dia malas. Tak khawatir jika dia terlambat pulang. Bahkan senyum saja suami sudah jarang. Dia selalu terbenam dalam kesibukannya. Semua berubah. Indahnya pernikahan hanya berlangsung seminggu atau dua minggu pertama. Selanjutnya hambar karena sederet perbedaan di atas tadi.

Harus juga dimaklumi bahwa setiap kekasih cenderung menampilkan hal terbaik saat masa pacaran. Ekspresi wajah yang penuh kasih sayang. Semuanya demi cinta. Sangat perduli dan antusias kala berbicara. Tak pernah berbohong. Bisa jadi tak pernah memberi kritik tak setuju pada sesuatu yang diusulkan. Pokoknya saat itu dia adalah manusia terbaik. Penuh perhatian.

Jika dulu semasa pacaran segala kekurangan pasangan bisa saja diabaikan karena besarnya rasa  kasih sayang. Kini ditemukan banyak kekurangan baru yang dulu tidak pernah ada.

Nah, agar langgeng pernikahan juga butuh kesabaran maka cobalah untuk memahami bahwa semua perbedaan seperti ini bisa saja terjadi. Bisa jadi ini adalah masa sulit pertama dalam  pernikahan anda.

Sadarilah bahwa perbedaan ini sebenarnya adalah perbedaan sikap, bukan perubahan sifat.

 Karena faktor asmara, di masa pacaran itu tak pernah terungkap

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel